TNI Evakuasi 3.100 Warga dari Wamena ke Jayapura

  • Whatsapp
banner 468x60

Mediacenter, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan TNI telah mengevakuasi ribuan warga dari Wamena ke Jayapura, Papua. dengan menggunakan pesawat Hercules.

“Hingga hari ini, pesawat Hercules terus melaksanakan operasi pengungsian dari Wamena ke Jayapura. Kurang lebih yang sudah kita angkut hampir 3.100 orang,” ujar Hadi usai apel kesiapan pasukan pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (30/9).

Hadi tidak menjelaskan secara rinci soal asal warga yang dievakuasi dari Wamena ke Jayapura itu. Ia hanya menyampaikan warga dari Wamena yang dievakuasi ke Jayapura nantinya akan diantar ke daerahnya masing-masing.

Lebih lanjut, Hadi menjelaskan TNI memfokuskan untuk mengevakuasi ibu-ibu dan anak-anak di Wamene. Sementara bapak-bapak termasuk remaja, ia harap tetap berada di Wamena karena agar ekonomi terus berjalan.

“Dan kondisi keamanan di Wamena pun kita jaga karena di sana kita juga tempatkan pasukan dari TNI untuk mendukung kepolisian. Dan TNI pun terus berupaya untuk menjaga dan menciptakan stabilitas keamanan di wilayah Wamena,” ujarnya.

Di sisi lain, Hadi berkata TNI juga mengerahkan KRI Dr. Soeharso berikut dengan tenaga medisnya untuk mengobati warga yang terluka atau meninggal dunia akibat situasi yang memanas di Wamena. Ia berkata KRI itu saat ini bersandar di Jayapura.

“Saat ini sudah beberapa kali operasi termasuk operasi patah tulang yang dibawa dari korban yang kita bawa dari Wamena kita turunkan di Jayapura,” ujarnya.

Lebih dari itu, Hadi mengklaim pesawat Hercules TNI di Jayapura juga telah mengirimkan bantuan kepada warga Wamena sekita kurang lebih 74 ton. Ia berkata bantuan itu berasal dari masyarakat di berbagai wilayah.

Polri Tetapkan 5 Tersangka

Polri menyebut ada lima tersangka terkait kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Sebagian besar tersangka itu berasal dari luar daerah tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan lima tersangka yang sudah ditetapkan di Polres Wamena, pelakunya sebagian besar bukan pelaku dari Wamena, tapi berbaur dengan pelaku luar Wamena,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/9).

Sebelumnya Dedi mengatakan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) merupakan dalang dari kerusuhan yang terjadi pada Senin pekan lalu itu. Ia menjelaskan kelompok KNPB telah melakukan penyusupan dengan memakai seragam SMA, serta memprovokasi pembakaran ruko-ruko.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut kerusuhan di Papua dan Papua Barat direncanakan oleh The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan KNPB untuk menarik perhatian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang tengah menggelar sidang umum.

“Kami sudah mempelajari bahwa apa yang terjadi di Jawa maupun Papua tersebut itu semua adalah terkait satu sama lainnya yang dilakukan sedemikian rupa, didesain, direncanakan karena ada agenda internasional,” ujar Tito di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (24/9).

Mengenai situasi terkini di Wanena, Dedi menyatakan kondisi di sana sudah mulai kondusif. Para pengungsi pun, kata dia, bisa dikembalikan ke Wamena jika kondisi psikologis membaik.

“Insyaallah nanti para pengungsi yang sudah ditampung, ada di Polres Jayapura, ada di Kodim, kemudian di gereja dan masjid itu akan berangsur-angsur dikembalikan ke Wamena kalau kondisi psikologisnya cukup baik,” jelas Dedi.

Dedi mengatakan sudah ada komunikasi langsung dari pihak Kepala Suku di Wamena, termasuk Kepala Suku Lembah Baliem, dengan pihak Polri dan TNI yang dapat menjamin keamanan di sana.

“Tadi saya sudah komunikasi dengan Kapolda Papua. Secara umum sudah kondusif. Ada jaminan dari TNI, Polri dan beberapa kepala suku yang ada di Wamena, termasuk Kepala Suku Lembah Baliem. Mereka boleh dikatakan menyesal dengan peristiwa tersebut,” tuturnya.

Saat ini aparat kepolisian setempat masih fokus melakukan proses rehabilitasi terhadap fasilitas-fasilitas yang rusak serta kepada korban-korban yang terdampak.

Pada kesempatan yang sama Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpau mengatakan langkah utamanya dalam menangani dampak kerusuhan di Wamena adalah dengan membantu korban-korban yang terdampak.

“Menampung dulu korban-korban, mulai dari yang sakit kemudian meninggal dunia dibantu. Kemudian yang mengungsi baik di Wamena atau yang di sekitar Jayapura akan kami tangani dulu bersama pemda dan stakeholder yang ada. Kemudian kita akan lakukan upaya rekonsiliasi dan rehabilitasi,” tuturnya. (Mc/cnn indonesia)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 comment