Dinilai Tidak Laik Terbang, Pemerintah Rekomendasikan Sriwijaya Air Stop Operasi

  • Whatsapp
banner 468x60

Mediacenter, Jakarta – Sriwijaya Air direkomendasikan untuk menghentikan operasinya. Maskapai ini dianggap tidak laik terbang.

Dalam salinan surat Sriwijaya Air yang ditujukan kepada Plt Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson I. Jauwena, Nomor: 096/DV/INT/SJY/IX/2019 ada beberapa hal yang menyebabkan keluarnya rekomendasi.

Seperti dikutip detikFinance dari surat tersebut, Senin (30/9/2019), rekomendasi ini muncul setelah dilakukan pengawasan dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPU), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Salah satunya setelah diberhentikannya pelayanan line maintenance oleh GMF Aero. Hal itu membuat Sriwijaya Air dianggap tak memenuhi standar keamanan.

Dilanjutkan dengan pertemuan dan diskusi bersama Direktur Teknik pada 28 September 2019 untuk mendengar laporan dari pelaksana di lapangan, serta laporan dari inspector DGCA yang terus mengawasi.

Dari laporan tersebut diketahui bahwa ketersediaan tools, equipment, minimum spare dan jumlah qualified engineer yang ada ternyata tidak sesuai dengan laporan yang tertulis dalam kesepakatan yang dilaporkan kepada Dirjen Perhubungan Udara dan Menteri Perhubungan.

Termasuk bukti bahwa Sriwijaya Air belum berhasil melakukan kerja sama dengan JAS Engineering atau MRO lain terkait dukungan Line Maintenance.

Hal ini berarti Risk Index masih berada dalam zona merah 4A yang artinya tidak dapat diterima dalam situasi yang ada. Index itu menganggap bahwa Sriwijaya Air kurang serius terhadap kesempatan yang telah diberikan pemerintah untuk melakukan perbaikan.

Dengan menimbang uraian tersebut, maka pemerintah sudah mempunyai cukup bukti dan alasan untuk menindak Sriwijaya Air setop operasi karena berbagai alasan tersebut.

Sehubungan dengan hal itu setelah didiskusikan maka direkomendasikan Sriwijaya Air menyatakan setop operasi atas inisiatif sendiri.

Direksi Sriwijaya Air Mundur!

Sementara kabar mengejutkan kembali terdengar dari maskapai Sriwijaya Air. Setelah maskapai ini diminta berhenti operasi, hari ini 2 direksi menyatakan mundur.

Direktur Operasi Sriwijaya Air Capt Fadjar Semiarto mengatakan dirinya salah satu yang bertanggung jawab atas adanya berita soal maskapainya yang diminta berhenti beroperasi.

“Kami yang bertanggung jawab sangat peduli atas kekhawatiran itu. Kita sepakat saya,” ujar Semiarto saat konferensi pers di kawasan Sabang, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019).

Oleh karena itu, dia bersama2 direksi lainnya menyatakan mundur dari kursi kepemimpinan Sriwjiaya Air.

“Kami memutuskan untuk mengundurkan diri untuk menghindari conflict of interest,” ujarnya.

Adapun 2 direksi yang mundur adalah:

  1. Direktur Operasi: Capt. Fadjar Semiarto
  2. Direktur Teknik: Romdani Ardali Adang

Berita ini sudah mengalami perbaikan. Sebelumnya, tertulis bahwa ada 3 Direksi Sriwijaya Air yang menyatakan mundur. Namun, Direktur Quality, Safety & Security Capt. Toto Soebandoro yang belakangan hadir tak memberikan komentar soal rencana pengunduran diri. Sehingga yang sudah dapat dipastikan pengunduran dirinya hanya dua orang Direksi. (Mc/detik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 comment