Ini Cuitan soal Papua yang Bikin Dandhy Laksono Jadi Tersangka

  • Whatsapp
banner 468x60

Mediacenter, Jakarta – Pendiri WatchdoC yang juga sutradara film dokumenter Sexy Killers Dandhy Dwi Laksono menjadi tersangka karena cuitannya soal kerusuhan di Jayapura dan Wamena, Papua. Kuasa hukum Dandhy memperlihatkan cuitan yang membuat Dandhy ditetapkan menjadi tersangka oleh polisi.

Kuasa hukum Dandhy, Alghiffary Aqsa, menyebut, cuitan Dandhy yang dipersoalkan ada 1. Cuitan tersebut dipublikasikan Dandhy lewat akun @Dandhy_Laksono pada 22 September. Berikut isinya:

Mahasiswa Papua yang eksodus dari kampus-kampus di Indonesia, buka posko di Uncen. Aparat angkut mereka dari kampus ke Expo Waena. Rusuh. Ada yang tewas.

Siswa SMA protes sikap rasis guru. Dihadapi aparat. Kota rusuh. Banyak yang luka tembak.

Atas cuitan itu, Dandhy ditangkap pada hari Kamis (26/9) pukul 23.00 WIB di kediamannya. Kini, Dandhy diperbolehkan pulang meski masih berstatus tersangka. Dandhy ditangkap karena diduga melanggar Pasal 28 ayat (2), jo Pasal 45 A ayat (2) UU No.8 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 14 dan Pasal 15 No.1 tahun 1946 tentang hukum pidana.

“Sudah diperbolehkan pulang tapi masih tersangka,” ujar Alghif.

Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko juga membenarkan kabar dipulangkannya Dandhy. Ia sempat mendatangi Polda Metro saat Dandhy ditangkap.

“Dandhy sudah pulang, tadinya saya dan teman-teman dari KontraS, dan lain-lain datang. Tadi malam saya dikasih tahu lewat WA, apakah benar Dandhy ditangkap terkait debat soal Papua dengan saya. Saya jelaskan dengan polisi terkait debat, ternyata tidak ada hubungan dengan debat,” ucap Budiman. (Mc/detik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.