Polisi: Terduga Teroris Rafli Koordinir Jaringan Penyimpan Bom di Toko HP

17

mediacenter.co.id, Bekasi – Densus 88 mengamankan terduga teroris Rafli terkait adanya bom di toko ponsel ‘Wanky Cell’ di Bekasi. Rafli disebut-sebut berperan sebagai koordinator jaringan teroris.

“Tersangka sendiri dia adalah kepala, artinya dia yang mengkoordinir dari yang telah kita lakukan penangkapan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di depan ‘Wanky Cell’, Jalan KH Mukhtar Tabrani, Kota Bekasi, Kamis (9/5/2019).

Argo mengatakan tim Densus 88 masih mengembangkan jaringan tersebut. Tim Densus juga akan menggeledah tempat lain yang diduga menjadi tempat persembunyian terduga teroris.

“Setelah dari sini mungkin kita melakukan geledah di tempat lain,” imbuhnya.

Rafli diduga tergabung dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Ditangkapnya Rafli merupakan pengembangan dari penangkapan kelompok JAD sebelumnya di Lampung dan Bekasi.

“Ini adalah pengembangan daripada JAD Lampung dan JAD Bekasi, kemarin sudah kita melakukan penangkapan,” kata Argo lagi.

Sebelumnya, toko ponsel tersebut digeledah oleh tim Densus 88 Polri pada Rabu (8/5). Di lokasi tersebut ditemukan dua buah bom tanpa pemicu.

Selain itu, ditemukan beberapa bahan kimia dan serbuk putih. Labfor Polri masih meneliti kandungan pada bahan kimia dan serbuk putih tersebut.

2 Koper Berisi Alat Peracik Bom

Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) di toko ponsel ‘Wanky Cell’ telah selesai. Di lokasi tersebut tim Labfor Polri mengamankan sejumlah barang bukti.

“Dari Jibom, Labfor dan dari Inafis sudah olah TKP. Dari jibom, menemukan ada beberapa yang ada kaitannya dengan bom, yakni kabel dan sudah dibawa Jibom,” kata Argo.

Argo mengungkapkan, tim Labfor juga mengamankan sejumlah bahan-bahan yang diduga untuk membuat bom. Sejumlah peralatan untuk meracik bom juga turut diangkut polisi.

“Labfor juga ada tadi bawa serangkaian benda untuk meracik bom, yakni sendok saringan dan alat-alat yang diduga untuk meracik bom. Ya alat-alat yang dikaitkan dengan pembuatan bom sendiri,” katanya.

Sementara Tim Inafis mengamankan sidik jari di toko ponsel tersebut. Selain bahan peledak, Densus 88 juga mengamankan baran bukti lain.

“Ada buku-buku yang dua belajar untuk membuat bahan peledak dan tentang internet di sana,” lanjut Argo. (Pr/detik)

SHARE