Saddil Ditahan Polisi, Bagaimana Nasibnya di Timnas?

44

mediacenter.co.id, Jakarta – Saddil Ramdani diduga menganiaya hingga ditahan polisi. bagaimana nasib Saddil di skuat Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2018?

Saddil, 19 tahun, belum bergabung dengan pemain Timnas di Cikarang, yang sudah memulai latihan perdana untuk Piala AFF, Jumat (2/11). Pemain Persela Lamongan itu ditahan pihak kepolisian.

Saddil dilaporkan melakukan penganiayaan ke wanita berinisial ASR. Penahanan itu dipastikan bakal bikin waktu Saddil untuk bergabung dengan tim semakin mepet.

Bima Sakti, pelatih Timnas Indonesia, belum mengambil keputusan untuk mengganti Saddil dengan pemain lain atau mempertahankannya. Hingga keberanngkatan ke Singapaura, Timnas tinggal memiliki waktu empat hari untuk menyiapkan diri ke Piala AFF.

“Kami tim pelatih harus rapat dulu. Nanti diputuskan bagaimana terkait Saddil,” kata Bima Sakti.

Timnas Indonesia bertolak ke Singapura pada 6 November 2018. Selang tiga hari kemudian, Indonesia memulai laga pertamanya di Piala AFF dengan melawan Singapura.

Sementara Manajemen Persela Lamongan mengambil langkah konkrit untuk mendampingi Saddil Ramdani yang ditahan kepolisian. Mereka mengajukan penangguhan penahanan.

Saddil dilaporkan ke Mapolresta Lamongan oleh wanita berinisial ARS, 19 tahun. Saddil, yang juga pemain Timnas Indonesia, pun telah mengakui penganiayaan terhadap perempuan yang kemudian diakui sebagai mantan kekasihnya itu.

Saat ini, Saddil ditahan. Di sisi lain, dia dipanggil untuk bergabung dengan Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2018.

Manajemen mengajukan penangguhan. Pengajuan penangguhan penahanan itu dibenarkan oleh Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung kepada wartawan usai menjadi pembicara dalam seminar di Unisla Lamongan, Jumat (2/11).

“Manajemen Persela info dari Kasatreskrim sudah mengajukan penangguhan penahanan,” kata Feby.

Feby menyebut telah menerima pengajuan tersebut. Untuk dikabulkan atau tidak, Feby menyatakan, menunggu hasil penyidik.

Menurut Feby pengabulan penangguhan penahanan harus memenuhi beberapa faktor. Di antaranya, tidak mengulangi lagi, tidak melarikan diri, dan tidak menghilangkan barang bukti. Saat ini, kepolisian menjalankan prosedur yang berlaku.

“Tim penyidik akan melihat apakah bisa menindaklanjuti atau tidak,” ujar Feby.

“Tetap kita proses sesuai aturan yang berlaku,” dia menegaskan. (Mc/detik)

SHARE