Isu Bakar Bendera, Netizen Serukan #JanganSuriahkanIndonesia

1735

mediacenter.co.id, Jakarta – Menjelang Aksi Bela Tauhid Jilid II yang digelar Jumat (2/11), warganet menggaungkan tagar #JanganSuriahkanIndonesia di linimasa Twitter. Aksi ini merupakan buntut dari pembakaran bendera yang dinilai bertuliskan kalimat Tauhid.

Warganat menggaungkan tagar ini karena takut akan terjadi perang saudara di Timur Tengah yang telah terjadi selama puluhan tahun.

Beberapa warganet bahkan menuding aksi ini ditunggangi oleh pihak pihak yang menginginkan terjadi konflik di Indoenesia. Pihak ini diduga akan mendapat keuntungan dengan adanya konflik di Indonesia.

Sejauh ini tagar telah menembus angka 9.975 cuitan. Tagar ini juga telah masuk ke trending topic di Twitter.

Sebelumnya, massa yang mengatasnamakan Presidium Alumni (PA) 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF U), memastikan tetap turun pada Aksi Bela Tauhid Jilid II yang digelar Jumat (2/11). Aksi dipastikan terpusat di halaman depan Istana Negara, Jakarta.

Aksi itu untuk menagih janji pemerintah agar anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU) pembakar bendera tauhid di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu diproses hukum.

Kami Tak Punya Hubungan dengan Aksi Bela Tauhid

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan pihaknya tidak memiliki hubungan dengan Aksi Bela Tauhid yang diinisiasi Persaudaraan Alumni 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama.

Aksi itu rencananya akan dilaksanakan di depan Istana Negara setelah melakukan ibadah salat Jumat di Masjid Istiqlal pada hari ini, Jumat (2/11).

“Tidak. Kami tidak ada hubungan dengan itu [Aksi Bela Tauhid],” ucap Dahnil di Media Center Prabowo-Sandi Jalan Sriwijaya, Jakarta, Kamis malam (1/11).

Diketahui, Aksi Bela Tauhid yang akan dilaksanakan pada siang ini merupakan yang kali kedua. Aksi yang sama pernah dilakukan pada Jumat pekan lalu (26/10). Pada aksi sebelumnya, seruan ganti presiden pada 2019 juga mencuat.

Apabila seruan serupa kembali menggema, Dahnil mengatakan bukan berarti aksi itu memiliki hubungan dengan tim pemenangan Prabowo-Sandi.

Menurutnya, ada yang memandang aksi bela tauhid bermuatan politik. Tetapi, ada pula yang memandang aksi tersebut murni karena didasari rasa tidak terima dan ingin melindungi kalimat tauhid.

“Yang jelas, prinsipnya, kami dari Prabowo-Sandiaga menghormati hak konstitusional setiap warga negara selama demonstrasi dilakukan secara aman, damai, kemudian tidak provokatif, tidak menebar kebencian. Tentu kami menghormati,” kata Dahnil.

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno enggan memberi tanggapan soal rencana aksi bela tauhid yang akan dihelat di depan Istana Negara, Jakarta.

“Enggak ada tanggapan, orang saya enggak di sini juga,” ucap Sandi di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta, Kamis malam.

Sebelum dimintai tanggapan soal aksi bela tauhid, di tempat yang sama, Sandi memang mengatakan dirinya ingin berangkat ke Palu, Sulawesi Tengah pada Kamis malam (1/11). Dia tidak merinci akan berapa lama berada di sana.

Sandi hanya mengatakan bakal memberikan bantuan kepada para korban gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah. (Mc/detik/cnn indonesia)

SHARE