FDR Black Box Lion Air Terpotong, Proses di KNKT Jadi Lebih Lambat

14

mediacenter.co.id, Jakarta – Kotak hitam (black box) jenis Flight Data Recorder (FDR) ditemukan dalam kondisi terbelah dua. Ini membuat proses pengunduhan data kecelakaan Lion Air JT 610 menjadi lebih lama.

“Ini agak memperlambat kerja penanganan black box-nya,” kata Wakil Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Hary Satmiko kepada detikcom, Jumat (2/11).

KNKT perlu memperoleh data dari dalam memori FDR yang telah patah itu. Maka penanangan terhadap FDR itu harus lebih hati-hati ketimbang penanganan terhadap FDR biasa.

“Karena kondisinya sudah terpotong, untuk melakukan downloadnya perlu kehati-hatian,” kata dia.

Saat ini proses penanganan FDR tengah dilakukan. Apakah memori penyimpan data dalam FDR itu rusak?

“Rusak sih tidak, tapi kami bertindak memperlakukan komponen black box dengan kehati-hatian,” kata Haryo.

FDR itu ditemukan pada Kamis (1/11) kemarin. FDR merekam data teknis pesawat, seperti ketinggian, kecepatan, putaran mesin, radar, termasuk autopilot, yang akan dianalisis KNKT.

FDR mempunyai durasi rekaman hingga 25-30 jam. Artinya setelah 25-30 jam, data akan terhapus dengan sendirinya.

Apakah data terkait Lion Air nahas dalam FDR masih aman?

“Black box jenis FDR yang ditemukan dalam kondisi patah dan terpotong menjadi dua bagian,” kata Haryo.

Karena FDR itu terbelah dua, maka butuh kehati-hatian ekstra untuk menanganinya. Data-data terkait jatuhnya pesawat Lion Air PK LKP bernomor penerbangan JT 610 itu ada di dalam FDR yang patah.

“Karena kondisinya sudah terpotong, untuk melakukan downloadnya perlu kehati-hatian,” kata Haryo. (Mc/detik)

SHARE