Setiap Korban Lion Air JT-610 Berhak Dapat Rp1,25 Miliar

  • Whatsapp
banner 468x60

mediacenter.co.id, Jakarta – Pesawat Lion Air JT-610 yang lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta (Soetta) menuju Bandara Depati Amir dinyatakan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10), sekitar pukul 06.32 WIB.

Pesawat jenis Boeing 737-Max 8 itu diketahui mengangkut 181 penumpang dan 8 awak pesawat.

Badan SAR Nasional (Basarnas) menduga seluruh penumpang dan awak pesawat meninggal dunia karena terjebak di dalam pesawat yang tenggelam usai terjatuh.

Terkait kondisi para penumpang itu, pasal 141 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1/2009 tentang Penerbangan menyebut pengangkut bertanggung jawab atas kerugian penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap, atau luka-luka yang diakibatkan kejadian angkutan udara di dalam pesawat dan/atau naik turun pesawat udara.

Dalam pasal 3 huruf a Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77/2011 tentang Tanggungjawab Pengangkut Angkutan Udara menyebut penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena akibat kecelakaan pesawat udara atau kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan pengangkutan udara diberikan ganti kerugian sebesar Rp1.250.000.000 per penumpang.

Selain dari pihak pengangkut, ahli waris korban meninggal kecelakaan pesawat udara berhak mendapat santunan dari pemerintah, melalui PT Jasa Raharja (Persero) sebesar Rp 50 juta. Hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/PMK.010/2017.

Sebelumnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memastikan Lion Air bertanggungjawab penuh terhadap hak-hak keperdataan penumpang kecelakaan pesawat sebagai korban, terkait kompensasi dan ganti rugi.

YLKI juga mendesak pihak perusahaan pesawat Boeing untuk memberikan penjelasan atas kecelakaan pesawat Lion Air JT-610.

Jasa Raharja Proaktif Mendata Ahli Waris

Sementara petugas Jasa Raharja hingga kini terus proaktif mendata identitas penumpang pasca musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan laut utara Karawang. Dalam melakukan pendataan, petugas Jasa Raharja ditempatkan di Posko Crisis Center JT 610 yang tersebar di beberapa tempat.

Ada lima titik posko yang tersebar meliputi Basarnas Tanjung Priok, RS Polri Kramat Jati, Bandara Halim Perdana Kusuma, Ruang VIP Terminal 1 B Bandara Soekarno Hatta, dan Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Pada Senin (29/10/2018) sore, Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo S turut berkunjung ke Posko Crisis Center Ruang VIP Terminal 1 B Bandara Soekarno Hatta bersama Presiden Joko Widodo, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Basarnas M Syaugi, Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, dan Dirut Angkasa Pura 2 Muhammad Awaluddin.

Pada kesempatan tersebut, Budi meminta seluruh petugas Jasa Raharja agar terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait untuk memperoleh informasi atau data dari keluarga penumpang. Selanjutnya, data tersebut akan di-crosscheck terhadap data manifes yang ada.

Maka Jasa Raharja membentuk tim di Kantor Pusat dan Kantor Cabang untuk terus menginventarisir data yang masuk, sejalan dengan perkembangan yang ada di lapangan. Tim bergerak serentak ke rumah duka atau berkoordinasi dengan instansi di mana korban bekerja.

Saat mengunjungi Posko Jasa Raharja di RS Polri Kramat Jati, Budi menyempatkan bertemu langsung dengan keluarga korban yang sedang melakukan pengambilan data ante mortem. Budi turut mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga korban sekaligus meminta keluarga dapat menerima petugas Jasa Raharja yang datang untuk mendapatkan kelengkapan data demi kelancaran proses penyerahan santunan.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Jasa Raharja akan menyerahkan hak santunan yang sudah tercantum dalam undang-undang yang berlaku.

“Bahwa berdasarkan UU No 33 dan PMK No. 15 tahun 2017, bagi korban meninggal dunia, maka Jasa Raharja akan menyerahkan hak santunan sebesar Rp 50.000.000 dan dalam hal korban luka luka, Jasa Raharja akan menjamin Biaya Perawatan Rumah Sakit dengan biaya perawatan maksimum Rp 25.000.000,” terang Budi. (Mc/cnn indonesia/detik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60