Hati-Hati Jembatan Sei Panas Mulai Retak

111

Batam – Melalui jejaring sosial, beredar foto bagian bawah viaduk / terowongan Sei Panas yang retak-retak.

Pesannya jelas, hati-hati lewat di sana.

Benarkah retak itu berbahaya?

Direktur Humas dan Promosi BP Batam Ir. Purnomo Andiantono, M.Sc menjelaskan bahwa retak yang nampak dari bawah ialah retak rambut.

“Bangunan beton biasanya deformasi (transformasi sebuah benda dari kondisi semula ke kondisi terkini, red) dulu baru ambruk, kalau belum ada deformasi berarti cuma retak rambut atau tidak terstruktur,” jelas Andi.

“Retak-retak kecil ini banyak disebabkan oleh pengaruh lingkungan, yaitu perubahan suhu panas dan dingin yang drastis. Misalnya rumah dibangun pada musim panas, setelah selesai terpapar hujan terus menerus,” urainya.

Pria yang mengawali karir di BPPT ini yakin tiada yang perlu dikuatirkan pada terowongan itu.

“Kalau lihat bentuk underpass yang tidak mlendung (kembung, red)atau bengkok, masih aman,” tegasnya.

Terowongan ini dibangun pada 2017, lalu. Saat usia bangunan masih muda, retak-retak rambut pun sudah bisa dideteksi.

Andi menambahkan, sekalipun retak rambut tidak membahayakan, namun cukup mengganggu pemandangan.

Staf BP Batam, kata Andi, sudah cek ke lapangan.

Hasilnya, dari hasil pengamatan, pengukuran dan analisa kerusakan dapat ditarik kesimpulan bahwa retak-retak yang terjadi di pelat atas jembatan underpass disebabkan oleh faktor plastic shrinkage yang umumnya sekitar 1 % dari volume beton dan belum termasuk faktor kehilangan air akibat penguapan.

“Bisa juga kita undang tenaga ahli dari labaoratorium jalan dan dan jembatan PU untuk cek kembali setelah underpass digunakan lebih dari 10 tahun.

batampos.co.id

SHARE